Bagi teman-teman yang tinggal di negara Indonesia dan membaca artikel ini, selamat! Anda adalah salah satu dari sekian juta pemenang di luar sana, yang mampu bertahan dari gempuran wabah Covid-19. Dan bukan sekadar lolos dari serangan virus, namun juga mampu menjaga kesehatan fisik dan mental sehingga mampu menghasilkan energi positif setiap harinya.
Kita semua tahu, bertahan dalam kondisi seperti ini bukanlah hal yang mudah. Seluruh musibah terjadi begitu saja, hanya dalam hitungan bulan. Segalanya terasa seolah-olah hanya sudut pandang orang pertama saja yang mengalaminya. Nyatanya, seluruh dunia kini terkena dampaknya. Perekonomian merosot, gesekan sosial terjadi, hingga terangkatnya berbagai teori konspirasi yang amat buruk bagi kesehatan mental, dan justru tidak menghasilkan solusi untuk mengatasi wabah ini.
Perekonomian yang merosot tidak terlepas dari adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia. Mereka yang kini menjadi pengangguran adalah saingan terberat bagi para fresh graduate, terutama bagi mereka yang sama sekali belum memiliki pengalaman kerja. Hal ini diperparah dengan pencarian kerja yang tersendat, diakibatkan oleh banyaknya perusahaan yang gulung tikar, baik untuk sementara waktu maupun selamanya. Sementara itu, perusahaan yang masih sanggup bertahan walau kembang kempis memilih untuk menunda proses rekrutmen, dan menjalankan strategi Hold and Maintain, atau bahkan memilih untuk melakukan likuidasi maupun divestasi.
Dalam kondisi seperti ini, kemampuan individual kita tentu akan menjadi modal yang sangat berharga untuk mampu bersaing dalam lapangan kerja. Terlebih, mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang kita kuasai akan menjadi semakin sulit. Sebagian pekerjaan yang masih bertahan saat ini dilakukan dengan sistem Work From Home (WFH). Hal ini mengartikan bahwa pemanfaatan teknologi informasi akan semakin masif.
Saat ini, rasanya setiap orang wajib memiliki kemampuan dasar dalam bidang teknologi informasi. Bertepatan dengan momentum pandemi yang tengah melanda negeri kita yang tercinta, inilah saat yang tepat untuk kita mengisi kekosongan ini dengan mempelajari berbagai hal baru sebagai investasi untuk menghadapi situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini. Dan keberadaan internet tentu akan mempermudah kita dalam proses belajar. Asalkan kita mau berusaha dan mencoba.
Bertepatan dengan munculnya wabah Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja meluncurkan program Kartu Pra Kerja. Sebuah program yang diprioritaskan untuk mereka yang belum bekerja untuk mengikuti pelatihan bersertifikat yang dibiayai dari Kartu Pra Kerja, serta akan mendapatkan insentif setelah mengikuti pelatihan tersebut. Namun program ini dinilai belum efektif, karena jumlah penerimaan yang masih terbatas, sehingga masih banyak masyarakat yang belum terjangkau Kartu Pra Kerja.
Lantas, apakah kita yang tidak mendapatkan Kartu Pra Kerja masih dapat mengikuti pelatihan dan mempelajari hal baru secara gratis? Tentu saja bisa! Dari mana saja kita bisa belajar? Berikut adalah sumber-sumber belajar yang saat ini Saya manfaatkan.
Ya, kini fungsi Instagram sudah mulai bergeser menjadi wadah microblogging. Sudah banyak pemateri yang membagikan ilmunya secara cuma-cuma dalam berbagai bidang, seperti copywriting, desain grafis, fotografi, dan bahkan programming. Kita bahkan tidak membutuhkan situs kelas berat seperti Medium untuk mendapatkan ilmu baru. Beberapa akun yang kini Saya ikuti antara lain @buildwithangga, @kukuhaldy, @ux.luky, dan masih banyak lagi yang mampu membagikan ilmu gratis namun tetap berkualitas.
Youtube
No debate! Youtube memang sudah sejak lama menjadi media yang bagus untuk belajar. Sudah banyak Youtuber yang membagikan materi sesuai keahliannya secara bertahap, dan disatukan dalam satu playlist. Sehingga akan semakin mempermudah kita dalam mempelajari sesuatu dari nol. Video yang telah kita tonton juga dapat kita simpan dalam playlist pribadi untuk ditonton di waktu yang akan datang jika sewaktu-waktu kita kembali membutuhkannya. Salah satu kanal Youtube panutan Saya dalam belajar akhir-akhir ini adalah Web Programming UNPAS, yang dikelola oleh Pak Sandhika Galih yang mampu menyusun segala materi dasar pemrograman dengan rapi, serta menyediakan materi latihan di setiap pertengahan dan akhir pembelajaran.
Situs Penyedia Pelatihan
Tidak semua situs penyedia pelatihan memberikan materinya secara berbayar. Salah satunya adalah buildwithangga.com, yang juga memiliki akun Instagram @buildwithangga. Situs ini dikelola oleh Angga Risky, yang memberikan materi pelatihan dalam bentuk video berseri yang sebagian besar gratis. Namun, ada juga materi pelatihan yang berbayar yang ditujukan untuk mereka yang sudah dalam tahap lanjut. Sebagian situs pelatihan memiliki kelebihan berupa akses materi seumur hidup serta dapat ditonton berulang kali. Dan tentu masih banyak situs serupa yang memberikan pelatihan sesuai dengan keahliannya.
Hmm, sepertinya situs ini sudah tidak membutuhkan penjelasan lagi. Karena Google adalah pintu gerbang menuju banyak sumber pembelajaran.
Dan, masih banyak sumber belajar lainnya yang belum Saya sebutkan. Semua ini hanya akan menjadi sehelai kanvas kosong, jika kita tidak memanfaatkannya semaksimal mungkin. Karena, bukan tidak mungkin di masa yang akan datang, akan terjadi hal yang tidak terduga.
Selain mempelajari hal-hal baru yang telah Saya jelaskan di atas, kita juga bisa melakukan hobi dan rutinitas lama yang terpendam, entah dikarenakan kesibukan pekerjaan sebelumnya, atau sibuk dengan hiruk pikuk skripsi. Boleh jadi, hobi yang kita jalani saat ini akan menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.
Komentar
Posting Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan menggunakan kata-kata yang sopan. Komentar yang tidak pantas akan dihapus.